Rabu, 19 Juni 2013

Pink and Blue

Waktu graduation SMP, aku inget aku, Firda, sama Lia galau di jendela. Seinget aku di luar lagi gerimis-gerimis gitu. Kacanya berembun, di luarnya basah. I mean, we were graduated and the sky is crying with us. Crying for happiness. And hope. A hope to see rainbow.

Kurang lebih kita ngomongin tentang, kita pisah dan beberapa tahun lagi semuanya pasti berubah. Antara kita, mereka, semuanya. Kita takut itu semua terjadi, tapi kita tahu kalo hal itu pasti terjadi. But one thing for sure, I promise about something, I don't have to find any wings any more.

Kamu tau nggak rasanya terkoneksi sama seseorang? Seperti, kita sama-sama tau bagaimana keadaan kita tanpa harus memberi tau, sama-sama tau kalo ada yang boong, nyembunyiin sesuatu, bahkan sama-sama tau jawaban ujian nasional masing-masing! -_-

My pink, ngebuat aku pertama kali ngerasain gimana rasanya dimengerti secara emosional dan bagaimana rasanya mengertiin secara emosional. Ok, she taught me how to read people. Beberapa orang menganggap ini sebagai ngejudge, tapi menurut aku ya ini belajar psikologi. Berhubung dulu dia punya cita-cita untuk jadi psikolog. Jadi, dari belajar membaca orang ini, kita juga belajar bagaimana memahami diri masing-masing, memahami teman, memahami suasana. 

My blue, taught me that I really need to chase my dreams even if I need to fly high to that blue sky. Anak yang sangat penyabar dan pengertian sama aku. Aku nggak nyangka aku bisa jadi salah satu teman dekat bahkan salah satu teman spesialnya apalagi karena dia sangat lovable dan banyak disukai. Di tahun terakhir kita, dia menjadi motivasi untukku agar bisa lulus dengan hasil terbaik. Dia juga mengajarkan bahwa kita tuh maju bersama, bukan sekedar bersaing. 

So far, they are still my bestie ever. Madina-Vita juga sih. Mereka ber-empat deh. I really want our friendship to be everlasting. I hope that we can be friend for life. Intinya, setelah sama mereka ini, aku belum bisa ketemu sama teman yang bener-bener bisa aku anggap sodara aku sendiri lagi.

Entahlah pokoknya, semenjak di jendela itu, aku janji sama mereka, bahwa mereka sayap aku yang gak akan tergantikan. Dan hasilnya, aku gak bisa nemuin orang yg bisa aku anggap sayap aku lagi. 

Love you pink and blue! 


1 komentar: